Thursday, May 19, 2011

Cah (replika) Mobil


Jadi saya suka mobil. Tapi saya tidak punya mobil. Oke, lebih tepatnya belum punya uang untuk membeli mobil. Namun orang bijak berkata “tak ada rotan akar pun jadi”. Tak punya mobil beneran, mobil-mobilan pun jadi. Itu yang saya lakukan.

Sejak kecil saya main mobil-mobilan. Mulai dari mobil-mobilan plastik, mobil remote control (maunya yang merk Nikko), Tamiya (merknya HARUS yang Tamiya), sampai mobil-mobilan dari kulit jeruk Bali (yang modelnya itu-itu saja. Belum pernah ditemukan yang modelnya seperti Ferrari, misalnya). Praktis saya tidak pernah mengenal apalagi mengoleksi Barbie. Memang kelainan kok saya ini.

Saya dulu pernah berkecimpung di dunia Tamiya. Koleksi paling berharganya adalah Tamiya seri F1. Mobilnya Ferrari F1 1991 yang dikendarai Alain Prost. Harganya 50 ribu dan dibeli dengan membobol tabungan dua bulan (dulu setiap ujian dan tugas dapat nilai 100, saya diberi uang 500 rupiah untuk ditabung).

Tamiya satu ini angker sekali. Larinya jauh lebih kencang dibanding Super Astute atau Winning Bird milik sepupu yang jadi jagoan di kampung. Tidak heran, karena spesifikasinya kelas tinggi. Dinamo, chassis, roller, bahkan bannya memang dirancang berbeda dari Tamiya yang lain. Namun nasibnya berakhir tragis saat dia hancur berkeping-keping karena menabrak kulkas di rumah. Nangis saya.

Menginjak SMP, karena merasa sudah gede, saya berhenti main Tamiya. Mungkin sudah merasa tidak pantas dan merasa Tamiya membutuhkan banyak uang. Selai ditambah kesadaran jika mahir melilit kawat dinamo itu tidak berarti membuat saya mampu memahami rumus lilitan dioda #oposihcum.
Jadi saya beralih ke replika, replika mobil untuk tepatnya. Kenapa? Emm…soalnya dulu saya diberi replika Mercedes S-Class 2001 skala 1:18. And I thought that was a cool toy. Dan simsalabim jadi apa prok prok prok saya memutuskan mengoleksi replika.

Selain itu ada juga pemicu lainnya.

Sewaktu liburan kelas 2 SMP, saya menemukan katalog BBurago di rumah dan terpaku selama berjam-jam. Beberapa hari kemudian, kerjaan saya cuma bolak-balik-bolak-balik halaman katalognya. Pucuk dicinta ulam tiba, saat pergi ke Jakarta untuk liburan, saya dibawa ke Toys R Us yang ada di depan PIM. Maaaak! Saya bagaikan Alice di cerita “Alice in Wonderland” atau Dorothy di “Wizard of Oz”. Takjub. Girang. Senang bukan kepalang. Mainan. Mainan Mainan. Mainaaaaan! Sejauh mata memandang yang terlihat hanya mainaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaan semua. Segera saya berlari ke bagian mobil dan mengambil kit Bburago.

Sedikit saya akan bahas beberapa merk replika yang ada di pasaran. Bukan, bukan yang sekelas Revell atau Amalgam. Selain saya tidak punya koleksiya, membahas dua merk ini hanya akan membuat saya terdorong membobol tabungan yang sudah disiapkan untuk membeli sepaket Shiseido seri White Lucent (percaya? Tidaaak!)

Hot Wheel

Merk yang paling gampang dicari. Sampai di Indomaret saja ada. Spesialisasinya mobil-mobil Amerika, tapi tidak tertutup ada seri mobil dari negara lain. Punya seri tertentu yang dikeluarkan dalam kurun waktu tertentu juga. Misalnya Muscle Car Series, Nostalgic Series, atau yang paling banyak dicari, Treasure Hunter. Favorit saya seri Ferrari Limited Edition. Namun koleksi yang paling berharga adalah Mini Cooper lansiran 2001. Sewaktu masih aktif di milis Tomoci, mobil ini pernah ditawar sampai 600 ribu padahal saya cuma beli 30 ribu. Tapi saya keukeuh ga mau menjualnya #bodohbanget.


Mini Cooper si Trouble Trouble Trouble

Biasanya mobilnya dimodif macam-macam, sampai sering terlihat aneh. Detailnya biasa banget karena merk satu ini sepertinya lebih menekankan ke modifikasi model. Skalanya berragam, kebanyakan 1:43 tapi ada juga yang skalanya sampai 1:8, biasanya untuk seri khusus seperti Ferrari Series
Range harga: 30 ribu – 2 jutaan.

Majorette

Merk dari Prancis dan sudah tentu spesialisasinya mobil-mobil Prancis. Jika ingin mencari replica Peugeot, Citroën, atau Renault, maka carilah merk ini di toko mainan. Detailnya termasuk buruk. Ambil contoh detail headlamp, misalnya. Alih-alih dicat, Majorette cuma menempelkan stiker untuk detail headlamp. Kekuatan utama merk ini ada di versi truk dan dioramanya. Detailnya sedikit lebih berkualitas. Namun yang lebih penting adalah variasi edisi dan pengaturan dioramanya yang bikin ngiler *ngelap iler*. Sampai sekarang saya ngidam diorama Majorette versi tim Citroen WRC.

Range harga: 25 ribu – 300 ribu (versi diorama)

Bburago

Merk asal Italia yang terkenal dengan kualitas detailnya yang luar biasa. Tidak sampai level detail Revell sih tapi tidak bikin malu lah jika disandingkan. bBurago adalah produsen yang ditunjuk sebagai official licensed product merk-merk eksotis seperti Lamborghini, Ferrari, Bugatti, dan Alfa Romeo. Jadi kebanyakan ya koleksinya merk merk itu.

Tidak seperti merk yang lain, produk Bburago memiliki skala yang besar. Berkisar dari 1:12 – 1:43. Terbagi dalam beberapa seri dan level. Misalnya seri Mille Miglia (seri mobil balap klasik), bijoux, diamond, hingga street fire (koleksi model kit skala 1:43)

Bburago juga memiliki dua kategori produk. Pertama, Kit, artinya anda harus merakit sendiri replikanya. Butuh ketelitian, ketekunan, dan tekad sekuat baja untuk merakitnya. Saya butuh waktu 3 hari untuk merakit sebuah Dodge Viper skala 1:24. Bagian tersulitnya adalah memasang decal. Karena bentuknya decal, bukan stiker, maka anda harus ekstra hati-hati saat memasangnya. Dan ini yang membuat pengerjaaannya lama (atau saya yang emang bego banget, ya?). Kedua ya bentuk jadi. Skalanya besar sih. Mantap kali lah jika punya itu. Tapi tantangannya ga ada, mahal pula.

Oh ya, Bburago ini juga mengeluarkan seri motor. Motornya? Ya, motor-motor Italia yang super stylish dan klasik itu.


Aprilia Scarabeo 500ie

Merk ini dulu sempat bangkrut dan berhenti berproduksi selama dua tahun. Syukurlah, Maisto datang dan menyelamatkan perusahaan yang bermarkas di Milan ini. Oh ya, setiap pembelian bBurago anda akan mendapat semacam kartu pos. Isi dan kirimkan maka anda akan mendapat katalog produk terbarunya. Dikirim langsung dari Negeri Pasta. Kedatangan katalog ini sempat membuat heboh orang rumah. “Maya, kamu kirim surat ke siapa? Kenapa kamu dapat kiriman pos dari Italia?” *dialog ini terjadi tahun 2003*

Rentang harga: 90 ribu – 1 jutaan

Matchbox

Saudara sepupu Hot Wheels. Spesialisasinya mobil-mobil klasik. Kualitas detailnya sedikit lebih bagus dari Hotwheel tapi belum mendekati level Tomica.


Atas: Austin Mini Van 1965. Bawah: Alfa Romeo Giulia Sprint GTA (yang sangat amat cantik sekali)

Rentang harga: 40 – 50 ribu.

Tomica

Merk yang paling banyak saya koleksi. Pertama, harganya relatif murah. Kedua, modelnya lucu-lucu. Ketiga, kualitas detailnya bagus. Lebih bagus dari Hot Wheels, Majorette, ataupun Matchbox.


Sama-sama Mini Cooper. Yang kiri Hot Wheels, yang kanan Tomica.


Semakin terlihat jelas dari belakang

Tomica merupakan merk yang kaya akan variasi. Ada banyak cara membedakan dan mengoleksi Tomica. Ada orang yang mengoleksi berdasarkan nomor seri(dari 1- 200), edisi (macam-macam mulai dari Doraemon sampai mobil Vintage), atau berdasarkan box. Box? Ya. Karena warna box Tomica menandakan tempat produksi mainan tersebut. Box putih-merah berarti Tomica yang dibuat di luar Jepang (biasanya di China, Malaysia, dan yang baru di Vietnam), box hitam-kuning berarti Tomica asli Jepang.


Tomica buatan Jepang. Harganya tidak masuk akal

Skala mainan produksi Takara Tomy ini relatif seragam, berkisar di angka 1:50 – 1:64. Pengecualian harus dialamatkan ke seri Tomica Limited. Sebuah edisi yang, seperti namanya, diproduksi secara terbatas dalam kurun waktu tertentu. Perbedaannya terletak di kualitas detail dan cat yang jauh lebih bagus, pintu yang bisa dibuka (hampir semua Tomica tidak bisa dibuka pintunya), dan skala yang lebih besar. Sebanding dengan harganya yang hampir tiga kali lipat Tomica biasa.


Tomica Limited. Bannya karet.

Dari sekian banyak Tomica koleksi saya, yang menjadi favorit adalah unit bus Doraemon, saya beli di Grand Indonesia (jauh-jauh ke mall belinya mobil-mobilan) dan unit Nissan Fairlady Z 432 dari edisi 40th Anniversaries. Begitu favoritnya, sampai harus saya tempatkan di box khusus dan dibersihkan seminggu sekali (rajin!).


Koleksi berharga saya, bus Doraemon dan Nissan Fairlady edisi Tomica 40th Anniversaries.

Rentang harga: 30 ribu (biasa), 60 ribu (edisi khusus), 75 ribu (Tomica Limited), 150 ribu (Vintage edition), 300 – 400 ribuan (Tomica box hitam-kuning)

PS: Konon di Tokyo ada toko khusus Tomica. Sepertinya saya langsung pingsan jika beneran masuk ke dalamnya.


Itu Tomica semua, kakak!? #pingsan

Sudah lama saya bermain replica. Semakin lama semakin banyak mobil-mobil mungil ini menyesaki kamar saya. Jika dihitung-hitung, nilai total semuanya bisa lah buat beli sepaket Shiseido. Eh gilaaaaaa! Aish, sudahlah, yang lebih mendesak sekarang adalah mencari tempat display mobil-mobil imut ini. Uraaaaa!

(sedikit catatan: toko Barkas di Jalan Gejayan memiliki koleksi replica yang lumayan lengkap dengan harga miring)

4 comments:

  1. Takara Tomy Tomica memang harganya dahsyat ya.
    Tapi bagus. Tapi kok dapetnya cuman kecil. T.T

    ReplyDelete
  2. + susah dapatnya T.T mending ngejar Tomica Limited deh

    ReplyDelete
  3. koleksi ku yang paling tuo dan paling berharga masih lamborghini countach merah, wet dream nya para petrol head jaman james may masih unyu,hahah:p

    ReplyDelete
  4. hotwheel sekarang lbh muran banget cuma 19.500

    ReplyDelete