Thursday, May 17, 2012

Kami7 alias Blogger Terangker

Tidak terasa penyelenggaraan kegiatan 31 Hari Menulis Tahun Kedua sudah menginjak hari ketujuh belas. Itu artinya sudah menginjak paruh kedua. Uho uho uho wan wan wonderful kata Akimoto Sayaka.

Menginjak paruh kedua berarti sudah masanya review peserta kegiatan ini dilakukan oleh panitia, salah satu reviewer tamunya adalah seorang fans Top Gear sekaligus mantan ketua Komako, Rocky. Ada salah satu bagian menggelitik yang ditulis oleh pria bermuka Heavy Metal namun berhati Heavy Rotation ini. "Kegiatan ini minim apresiasi dari antar peserta". "Hayuh kon" kata saya dalam hati. Mau tidak mau setuju tidak setuju kalimat tersebut menohok hati saya terutama. Memang menulis secara konsisten selama 31 hari itu memang berat, namun bukankah akan lebih seru jika tak ada dusta di antara kita kita menyempatkan waktu untuk berinteraksi dengan teman-teman seperjuangan. Karena, mengutip kata Bung Roki, web 2.0. kesemuanya adalah tentang interaksi antar penggunanya.

Sebelum saya mulai melantur dan mengaitkan konsep itu denan teori Marshal McLuhan, Everett M.Roger, dan Howard Rheingold, lebih baik saya umumkan saja  Blogger Kami7 saya. Seven? Tujuh? Kenapa tujuh? Kenapa bukan lima atau sepuluh?

Angka ini dipilih karena…ya saya suka saja. Mengingat lima tidak cukup untuk menampung apresiasi saya dan jika memakai kata Top 10 nanti saya akan terlempar kembali ke jaman Bertrand Antolin mengumumkan The Corrs merajai tangga lagu internasional di acara Clear Top 10 (oke mungkin kamu berpikir jika alasan ini sama sekali tidak ada hubungannya….dan tingtongteng kamu benar). Sementara jika saya mesti mengulas 62 blog lain, kemungkinan itu akan membuat mata menjadi lebih merah dibanding waktu menangis tiga hari tiga malam karena ditinggal nikah gebetan (prek curhat meneh).

Jadi siapakah Blogger Kami7 pilihan saya? Inilah dia si jali-jali.

1. Shofie Awanis

Di kolom blogroll saya menamai blog ini Dunia Sofie di kolom blogroll saya. Menyelami tulisan Shofie bagaikan membaca buku Dunia Sofie karangan Jostein Gardner. Filosofis, tekas-tekis namun untungnya tidak matematis (uopo tho iki).

Untuk kegiatan ini, Sofie dengan hebatnya menulis sebuah cerita pendek setiap hariya. dan membaca tulisannya saya bagai masuk ke dunia lain. Bahasanya sangat teratur denan flow yang enak dibaca dan pesan yang mengena di pembaca. Hebatnya adalah Sofie melakukan riset yang mendalam untuk menulis cerpennya. Hasilnya adalah rangkaian cerita yang dibangun dengan pondasi kokoh sekokoh semen Holcim.

Saran: Mungkin lain waktu ada baiknya kamu membaca Va Dova ti Porta il Coure dan Little Prince untuk belajar mengemas suatu cerita yang filosofis dengan sederhana.

2. Damar Wijayanti

Tahun ini, lagi-lagi saya dipukau oleh copywriter termasyhur ini. Sama seperti Sofie, Damar menulis cerita selama 31 Hari. Bedanya adalah Damar menulis cerita anak-anak. Yup, di saat budaya baca semakin tergerus dan konten dewasa semakin gencar menyerbu generasi penerus bangsa (abot cum bahasanya…abott) Damar menawarkan rangkaian cerita yang sederhana namun bermakna.

Sebagai seorang yang tidak pernah langganan Bobo di masa kecilnya (karena dulu saya ebih tertarik main Tamiya #fuhh), saya pun menikmati setiap cerita yang disuguhkannya. Satu hal yang selalu saya kagumi dari Damar adalah imajinasinya yang sepertinya tanpa batas. Membuat cerita tentang anak-anak bukanlah hal yang mudah. Pesan yang ada mesti disampaikan seefektif mungkin dengan bahasa yang sesederhana mungkin. Dan Damar dapat melakukannya dengan baik. Bagi saya, Damar sedang melakukan literasi media tanpa perlu banyak banyak berteori dan bertele-tele.

Saran: Pokokmen cerita-ceritamu harus diterbitkan. Harus. Pokoknya harus.

3. Luhki Herwanayogi

Pria ini masuk karena dia memasukkan video klip Natalie Imbruglia dalam salah satu tulisan tentang video-Ter! di blognya. Lebih dari itu, video klip Torn milik mbak Natalie itu bahkan bung Yogi jadikan suatu istilah sendiri, ter-Torn!

Dan alasan itu sudah lebih dari cukup untuk memasukkan namanya dalam daftar blogger terfavorit saya.

Saran: Saya mau video ter-Juve!

4. Binar

Tahun lalu, gadis manis ini memilih negara sebagai tema besar kegiatan ini. Tahun ini Binar memilih favorite things sebagai temanya. Sebuah tema yang tidak semua orang bisa mengeksekusinya. Saya misalnya mungkin akan kesulitan untuk menyebutkan 31 hal tervaforit saya. Apa ya? Kopi…AKB….dan uh….Top Gear….uh….Takeshi Kaneshiro…..Rurouni Kenshin dan uh…..bermalas-malasan. Mungkin cuma itu. Makanya bagi saya, Binar itu orang yang huebat.

Alasan lain? Binar menyertakan lirik Favourite Things dari film The Sounds of Music. Ini. Ini. Ya ini.

Saran: Mungkin tulisanmu bisa dibuat lebih panjang agar tidak terasa nanggung bacanya.

5. Azizah Laurensia

Ijah oh Ijah. Tak ada yang bisa mengaitkan makanan dengan hal-hal yang manis layaknya dirimu Ijah. Membaca tulisan Ijah adalah menikmati sisi lain dari sebuah makanan. Dalam sebuah makanan, katanya suatu hari kami duduk bersama, tidak cuma rasa yang tertinggal namun juga ada kenangan di sana. Sebuah memori yang terus ada dan terputar ulang setiap kita menikmati makanan tersebut. Terdengar sederhana namun sungguh manis dan filosofis sekali. Makanya kamu memang Ter-Ijah kok Jah...

Saran: Saya pesan satu mie dokdok

6. Rizky Aldian

Pria yang akan pendadaran bulan Mei ini (akhirnya ya Diii!) masuk list favorit saya karena keunikan postingannya. Saat semua orang sedang sibuk merangkai kata demi kata Aldi sibuk merangkai rangkaian papercraftnya. Ya, Aldi menjadikan papercraft sebagai temanya untuk kegiatan ini. Dan itu membuat saya kagum. Membuat papercraft dalam 31 hari itu membutuhkan tekad yang bulat dan hati sekuat baja. Dan itulah yang membuatnya luar biasa.

Saran: Buat Gundam Zero dong Di.

7. Mas Jaki

Adalah sebuah dosa jika saya tidak memasukkan nama dedengkot dunia tulis-menulis ini dalam daftar ini. Kemampuan mengolah katanya berada di level dewa dengan punch line yang menonjok ohok. Aduh kata-kata tidak bisa mendeskripsikan keangkeran mahasiswa Komunikasi angkatan 2005 ini. Segera ke warungnya dan cicipi ramesannya dan bersiaplah untuk terpana.

Saran: Sesekali bahas tentang Jangan Lagi Ada Angkara itu boleh juga.

Sepertinya itu yang bisa saya sampaikan. Atas perhatian dan waktunya saya ucapkan terimakasih. Eh bukan…bukan itu.

Nah itulah blogger Kami7 favorit saya. Orang-orang yang membuat saya terpukau dengan kecermelangannya. Itu versi saya. Mana versimu?

BGM: Mujin Eki - Iwasa Misaki
Cemilan: Milo Fuze





8 comments:

  1. bikin papercraft gundam tu bukan aliran ku cum. (padahal gara-gara berat di ongkos)

    ReplyDelete
  2. "muka heavy metal hati heavy rotation"
    afuuuu, sangar tenan quote mu, hahahaha, ijin copy gan!!:p

    ReplyDelete
  3. kalo mau gundam strike aja tuh ambil. aku mau bikin lagi soalnya. hohoo

    ReplyDelete
    Replies
    1. MZN versi SD sudah cukup di hohohohooho makasih yak. Virus papercraft kayaknya bentar lagi menggerogoti ku #dilemparcodingsheet

      Delete
  4. ihihihih makasiih cucuuuum, klo terbit kamu mau beli buat anakmu nanti? hahahaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya dong damiun. Nanti anakku kudongengin ceritamu tiap malam. Pokoknya mesti kenal buku dulu sebelum kenal tv atau internet :p

      Delete